Management Rekrutisasi Karyawan

Apakah perusahaan anda pernah disibukkan dan dipusingkan dengan proses rekrutmen? Mulai dari memasang iklan, melakukan panggilan, melakukan tes dan wawancara, dan menyerahkan report kepada atasan calon yang akan direkrut. Jika perusahaan anda memiliki divisi SDM yang memadai, tentu hal ini tidak sulit, dan semuanya dapat berjalan dengan lancar.

Tapi bagaimana dengan suatu perusahaan yang tidak memiliki divisi SDM, dan hal ini harus dilakukan oleh posisi dengan job multi-task!! Wah tentu merepotkan, melelahkan, seperti berjalan di tengah hutan tanpa ada yang memberi petunjuk. Tapi mau bagaimana lagi, menjalankan usaha tanpa didukung karyawan saat ini agak sulit. Apalagi mencari SDM yang pas, atau istilah betawinya: right men in the right place.

MENGHUBUNGI HEADHUNTER?

Ini salah satu cara mudah untuk melakukan rekrutisasi, selama anda memiliki budget tambahan. Tinggal anggarkan budget senilai 15%-30% dari income calon karyawan selama setahun, sebagai fee 1x rekrut per orang kepada para headhunters.  Mudah bukan.? Headhunter bermanfaat sekali untuk mencari man power untuk posisi Managerial sampai CEO, waktu yang terbatas, dan data bank yang anda miliki juga terbatas. Tapi bagaimana jika kebutuhan anda hanyalah level klerikal atau staff biasa? Perlukah menghubungi Headhunters?

OUTSOURCING

Mmhh.. ini cara lain lagi yang lebih murah. Tinggal anggarkan fixed cost, tanpa ada beban memiliki SDM yang besar. Semua hanyalah angka, jika tidak cocok tinggal panggil outsourcer untuk melakukan replacement. Kelihatannya menguntungkan.. benarkah? Jika semuanya adalah angka dan mengejar target produksi, inilah yang paling cocok. Tapi apa kira-kira kelemahannya? Asset. Ya,  anda tidak memiliki asset, yang loyal kepada perusahaan anda, yang ikut rasa memiliki, merasa bertanggung jawab dengan kemajuan dan kemunduran perusahaan, dan ini yang paling penting, anda tidak memiliki sesuatu yang dapat diandalkan. Bukan hanya sebatas angka pada salah satu pos keuangan anda, tapi sebagai asset yang berharga, punya keterikatan dengan perusahaan anda. istilahnya sense of belonging.

Dan hal lain adalah, banyak beredar anggapan bahwa outsourcing adalah suatu jenis perbudakkan baru di era modern. Tentu ini pendapat ekstrim. Tapi bagaimana menurut anda? Jika gaji yang anda terima dipotong setiap bulannya 10%-25%, tentu anda akan beranggapan yang kurang lebih sama bukan?.

ALTERNATIF LAIN

Lalu bagaimana jika ada alternative pilihan yang memiliki fungsi kedua hal diatas, dengan biaya lebih murah dari headhunter, pengelolaan dan maintenance yang kurang lebih sama seperti outsourcing,  spesifikasi SDM sesuai dengan jobdesk, memiliki pelaporan aspek psikis dari mulai intelegensi, kepribadian, teamwork, dan bahkan leadership, dan yang lebih penting, mereka adalah karyawan anda. Jika anda tertarik dengan ide ini, mungkin anda pernah membaca istilah Manajemen Rekrutisasi KaryawanIni adalah istilah baru dalam jasa rekrutisasi. Para calon karyawan tersebut semuanya akan menjadi karyawan anda. Tapi semua proses rekrutisasi mulai dari databank, pemasangan iklan melalui media, pemanggilan, interview, psikotes, penempatan, dan maintenance selama kurun tertentu sudah ada yang mengatur dan menjalankan. Selama dalam masa probation (tapi tidak tertutup kemungkinan sampai masa 1 tahun), jika karyawan tersebut unqualified, maka akan dicarikan yang baru melalui proses yang sama dan tidak dikenakan charge lagi.

Sistem ini seperti jaminan dalam rekrutisasi karyawan, untuk memenuhi standar dan kualifikasi perusahaan.

TERTARIK…..?!?

Hal penting menghadapi psikotes

Betapa gembiranya hati ketika lulus sekolah atau kuliah. Orang tua kita pun pasti ikut bahagia, tak ketinggalan saudara dan kerabat, juga pacar tentu nya ikut bersuka cita. Kecuali yang belum punya pacar lain ceritanya, hihihi. Tapi apa setelah itu??

Bagi anda yang masuk usia produktif sekolah dan memiliki dana lebih tentu akan meneruskan sekolah ke jenjang lebih baik. Ambil kelas diploma atau strata. Bahkan yang lulus strata pertama bisa meneruskan ke jenjang strata dua, apalagi jika dana dari orang tua terjamin kehalalannya, eh.. Maksudnya terjamin aliran modalnya, hehe.

Tapi apalagi setelah itu? Mau terus sekolah lagi? silahkan. Tapi ada saat kita akan masuk suatu tahap perkembangan baru dalam hidup, yaitu masa dewasa / adult. Masa ini ditandai dengan tanggung jawab, diantaranya adalah bekerja. Ya.. Anda harus mencari uang untuk menghidupi diri sendiri. Ini merupakan tugas perkembangan yang harus dijalani. Dan ini normal, maksudnya jika anda tidak memiliki tanggungjawab dari uşia perkembangan ini untuk mencari kerja, anda bisa dibilang tidak normal. Nah itu sebagian kecil dari tugas perkembangan masa dewasa. Sebenarnya tugas dan bagian tanggung jawab lain lebih banyak, namun itu yang paling menonjol dari tugas perkembangan dewasa. Intinya adalah responsibility.

Sebagai bagian dari tugas perkembangan tersebut, untuk mendapatkan pekerjaan, langkah awal dan termudah adalah mencari lowongan melalui media elektronik seperti internet karena sekarang sudah canggih bukan. Bahkan CV pun bisa kita upload lewat website yang menyediakan lowongan kerja, dan kita tinggal menunggu panggilan. Atau bisa juga mengandalkan koneksi orang tua atau kerabat yang memiliki informasi. Singkatnya ini kembali kepada metode masing2.

Jika kita memiliki kecocokan kualifikasi dengan lowongan yang tersedia, kita memiliki kesempatan besar untuk dipanggil. Bukan untuk langsung bekerja, karena biasanya kandidat pelamar pun sangatlah banyak jadi pasti perusahaan memiliki kiat tersendiri untuk melakukan filtering atau penyaringan. Bisa lewat job interview atau bahkan langsung psikotes. Untuk menghadapi trik interview, silahkan liat tulisan di blog ini. Lalu bagaimana trik menghadapi psikotes?

1. Sehari sebelumnya, hindari banyak kegiatan fisik. Apalagi kegiatan mental yang banyak menggunakan pikiran, seperti misalnya bekerja lembur atau tugas lainnya yang mengambil banyak cukup energi. Kegiatan mental lebih banyak menguras energi ketimbang kegiatan fisik. Kegiatan fisik dapat dengan mudah dihadapi dengan istirahat fisik. Biasanya setelah tidur cukup dan asupan makan juga cukup, maka kita kembali bugar. Namun berbeda dengan kegiatan mental karena memicu tekanan atau stress. Nah efek stress lah yang dapat memicu kegagalan dalam menghadpi psikotes, karena secara mental kita tidak siap.

2. Hindari banyak belajar soal psikotes yang banyak beredar bebas di toko toko. Memang baik untuk mengasah pola pikir karena kita menjadi lebih siap. Namun maksudnya hindari terlalu keras mengejar latihan ini sehari sebelumnya, karena ini termasuk kegiatan mental yang berat. Sebenarnya Kami tidak menyarankan Hal diatas, tapi lebih baik porsi kecil tapi sering dibandingkan porsi besar dalam satu malam.

3. Untuk poin kedua, ada kalanya kita terlalu obsessed dengan buku latihan yang kita dapat, atau mungkin anda mengikuti suatu pelatihan psikotes dari lembaga tertentu sehingga anda membuat patokan tentang suatu alat tes. Nah inilah yang paling berbahaya, karena anda akan berpikir 2 Kali saat mengerjakan psikotes yang sebenarnya. Maksudnya apa? Begini, pertama anda berpikir tentang jawaban soal yang anda hadapi sebagaimana kandidat lainnya. Nah yang kedua adalah berpikir untuk menyesuaikan pola agar sesuai dengan latihan atau patokan yang telah anda peroleh, baik dari buku atau lembaga yang menyediakan pelatihan psikotes. Dua proses berpikir ini yang menyebabkan energi anda terkuras 2x lebih besar dibanding kandidat lain. Sehingga anda akan lebih mudah lelah Dan dan tidak maksimal dalam menghadapi kelompok tes berikutnya.

4. Istirahat yang cukup sehari sebelumnya. Banyak tidur agar kondisi fit.

Nah, kira2 itu poin pentingnya. Istirahat. Oke teman, semangat ya…