Mengetahui tipe klerikal dan tipe officer dalam psikotes: pekerja tipe apakah anda?

Apa pentingnya mengetahui sisi ini jika anda seorang pelamar ? jawabannya sangat penting. lalu apakah ada fungsinya jika anda bagian dari HR management ? jawabannya sama, sangat penting. Tapi apa perlunya mengetahui sisi ini? baiklah kita bahas satu persatu:

Jika anda seorang pelamar, mengetahui fungsi kerja dari lowongan yang akan anda lamar adalah point pertama dalam proses filterisasi. ini penting agar tidak setiap lowongan harus anda lamar. lihatlah spesifikasi lowongan yang tersedia dengan hati-hati. jika tidak mensyaratkan lulusan akademik tertentu dan tidak tertera kualifikasi pengalaman, lowongan ini bisa berarti:

  1. pekerjaan bersifat klerikal
  2. yang membuka lowongan hanya membutuhkan database untuk menjaring sebanyak-banyaknya kandidat.
  3. lowongan mungkin bersifat MT (management trainee), namun biasanya lowongan MT-pun akan mensyaratkan fresh graduate lulusan akademik tertentu.

nah.. pertanyaannya apakah tipe klerikal tersebut?

klerikal adalah tipe pekerja yang dibutuhkan secara operasional, bersifat daily, dan tidak membutuhkan proses decision dalam pekerjaannya. biasanya dalam istilah tertentu disebut sebagai pekerja “blue collar” atau kerja kasar atau pegawai kelas buruh, dan seterusnya. pegawai pabrikan yang berada di level operator adalah satu contoh yang termudah. pekerjaan ini hanya membutuhkan ketrampilan bakat dalam hal kecepatan, ketelitian, kestabilan, dan daya tahan menghadapi tekanan. dalam psikotes tes ini dibuka dalam tes koran seperti Kraepelin atau Pauli.

Lalu bagaimanakan tipe Officer?

Nah untuk tipikal ini ada sisi lain yang dibutuhkan untuk membantu pekerjaannya, karena biasanya fungsi staff (officer) akan melibatkan proses berpikir yang berguna dalam decision atau keputusan (skala  tertentu). proses ini biasanya harus diungkap dalam tes IQ.

jika proses kerja officer sudah mulai beragam dengan banyak staff dalam satu divisi, maka ada hal lain yang diperlukan untuk filterisasi dalam recruitment. apakah itu? ya ini yang paling penting dari sisi unik setiap individu, apalagi kalau bukan personality. jadi biasanya level officer akan membutuhkan tes IQ, Klerikal, dan Personality.

informasi ini juga dapat membantu anda jika anda melamar suatu pekerjaan. jika hanya di tes klerikal saja tanpa tes IQ maupun personality, berarti jobdesk pekerjaan yang anda lamar adalah pekerjaan klerikal. untuk mengetahui tipe dan sifat tes dalam psikotes silahkan lihat tulisan lain dalam blog ini.

jika anda seorang HR Management, dengan informasi ini tentu akan sedikit membantu dalam proses filterisasi. tidak perlu melakukan tes IQ dan lain sebagainya jika anda hanya membutuhkan seorang klerikal. ibaratnya jika hanya ingin membunuh lalat cukup ditepuk saja, gak perlu kan pakai senjata artileri? 😉

oke bloggers semangat, jika membutuhkan pertanyaan, silahkan isi dalam comment. semoga membantu..

Iklan

Hal dasar yang diungkap dalam Psikotes

Dalam setiap psikotes di Perusahaan, Industri, dan Organisasi; secara umum akan mengungkap hal-hal sebagai berikut:

1. Intelektual
Aspek ini biasanya sudah termasuk IQ dengan skala masing2. bisa memakai IST, CFIT 3B, TIU5, TIKI, APM, WB, dan lain sebagainya. masing2 psikolog atau biro atau lembaga psikotes biasanya memiliki ciri khas baik dalam skala dan bentuk uraian. Prinsipnya kita dapat mengetahui keunggulan dan kelemahan secara potensi intelektual seseorang.

2. Sikap Kerja
Aspek ini biasanya mengungkap sikap dan cara kerja atau metode yang diterapkan dalam bekerja. termasuk didalamnya adalah kemampuan dalam menghadapi stress dan daya tahan. beberapa aspek dalam sikap kerja cenderung mengacu kepada fungsi klerikal seperti kecepatan, ketelitian, dan keteraturan dalam bekerja.

3. Kepribadian kerja
Aspek ini biasanya mengungkap sisi unik seseorang. Tapi tidak selalu seperti itu, karena beberapa tipe kepribadian biasanya dibutuhkan oleh posisi tertentu dalam bekerja. misalnya marketing dan public relation yang harus memiliki kebutuhan sosialisasi dan komunikasi yang cakap. atau staff keuangan dan akunting yang justru kebalikannya.

4. Leadership
Aspek ini mengungkap kecakapan dan kesiapan dalam memimpin dan membawahi orang. aspek ini melihat kemampuan skalasi dalam ketegasan, dominasi, persuasi, dan seterusnya. Beberapa alat tes dapat memunculkan tipologi dalam kepemimpinan, sehingga dapat dilihat pengelompokkan tipe2 leader secara instant dan kecenderungannya.