Hal penting menghadapi psikotes

Betapa gembiranya hati ketika lulus sekolah atau kuliah. Orang tua kita pun pasti ikut bahagia, tak ketinggalan saudara dan kerabat, juga pacar tentu nya ikut bersuka cita. Kecuali yang belum punya pacar lain ceritanya, hihihi. Tapi apa setelah itu??

Bagi anda yang masuk usia produktif sekolah dan memiliki dana lebih tentu akan meneruskan sekolah ke jenjang lebih baik. Ambil kelas diploma atau strata. Bahkan yang lulus strata pertama bisa meneruskan ke jenjang strata dua, apalagi jika dana dari orang tua terjamin kehalalannya, eh.. Maksudnya terjamin aliran modalnya, hehe.

Tapi apalagi setelah itu? Mau terus sekolah lagi? silahkan. Tapi ada saat kita akan masuk suatu tahap perkembangan baru dalam hidup, yaitu masa dewasa / adult. Masa ini ditandai dengan tanggung jawab, diantaranya adalah bekerja. Ya.. Anda harus mencari uang untuk menghidupi diri sendiri. Ini merupakan tugas perkembangan yang harus dijalani. Dan ini normal, maksudnya jika anda tidak memiliki tanggungjawab dari uşia perkembangan ini untuk mencari kerja, anda bisa dibilang tidak normal. Nah itu sebagian kecil dari tugas perkembangan masa dewasa. Sebenarnya tugas dan bagian tanggung jawab lain lebih banyak, namun itu yang paling menonjol dari tugas perkembangan dewasa. Intinya adalah responsibility.

Sebagai bagian dari tugas perkembangan tersebut, untuk mendapatkan pekerjaan, langkah awal dan termudah adalah mencari lowongan melalui media elektronik seperti internet karena sekarang sudah canggih bukan. Bahkan CV pun bisa kita upload lewat website yang menyediakan lowongan kerja, dan kita tinggal menunggu panggilan. Atau bisa juga mengandalkan koneksi orang tua atau kerabat yang memiliki informasi. Singkatnya ini kembali kepada metode masing2.

Jika kita memiliki kecocokan kualifikasi dengan lowongan yang tersedia, kita memiliki kesempatan besar untuk dipanggil. Bukan untuk langsung bekerja, karena biasanya kandidat pelamar pun sangatlah banyak jadi pasti perusahaan memiliki kiat tersendiri untuk melakukan filtering atau penyaringan. Bisa lewat job interview atau bahkan langsung psikotes. Untuk menghadapi trik interview, silahkan liat tulisan di blog ini. Lalu bagaimana trik menghadapi psikotes?

1. Sehari sebelumnya, hindari banyak kegiatan fisik. Apalagi kegiatan mental yang banyak menggunakan pikiran, seperti misalnya bekerja lembur atau tugas lainnya yang mengambil banyak cukup energi. Kegiatan mental lebih banyak menguras energi ketimbang kegiatan fisik. Kegiatan fisik dapat dengan mudah dihadapi dengan istirahat fisik. Biasanya setelah tidur cukup dan asupan makan juga cukup, maka kita kembali bugar. Namun berbeda dengan kegiatan mental karena memicu tekanan atau stress. Nah efek stress lah yang dapat memicu kegagalan dalam menghadpi psikotes, karena secara mental kita tidak siap.

2. Hindari banyak belajar soal psikotes yang banyak beredar bebas di toko toko. Memang baik untuk mengasah pola pikir karena kita menjadi lebih siap. Namun maksudnya hindari terlalu keras mengejar latihan ini sehari sebelumnya, karena ini termasuk kegiatan mental yang berat. Sebenarnya Kami tidak menyarankan Hal diatas, tapi lebih baik porsi kecil tapi sering dibandingkan porsi besar dalam satu malam.

3. Untuk poin kedua, ada kalanya kita terlalu obsessed dengan buku latihan yang kita dapat, atau mungkin anda mengikuti suatu pelatihan psikotes dari lembaga tertentu sehingga anda membuat patokan tentang suatu alat tes. Nah inilah yang paling berbahaya, karena anda akan berpikir 2 Kali saat mengerjakan psikotes yang sebenarnya. Maksudnya apa? Begini, pertama anda berpikir tentang jawaban soal yang anda hadapi sebagaimana kandidat lainnya. Nah yang kedua adalah berpikir untuk menyesuaikan pola agar sesuai dengan latihan atau patokan yang telah anda peroleh, baik dari buku atau lembaga yang menyediakan pelatihan psikotes. Dua proses berpikir ini yang menyebabkan energi anda terkuras 2x lebih besar dibanding kandidat lain. Sehingga anda akan lebih mudah lelah Dan dan tidak maksimal dalam menghadapi kelompok tes berikutnya.

4. Istirahat yang cukup sehari sebelumnya. Banyak tidur agar kondisi fit.

Nah, kira2 itu poin pentingnya. Istirahat. Oke teman, semangat ya…

Maaf anda tak lulus seleksi..!!

APA yang pertama Kali anda rasakan ketika mendengar atau membaca kalimat diatas?? Marah, sedih, kecewa, gak terima, Dan lain sebagainya. Yah mungkin nasib?? Atau merasa ADA kecurangan dalam proses seleksi??

Hahaha… Bukan maksud mentertawakan atau mengejek, tapi memang ini kenyataannya.. Namun APA sih sebenarnya yang terjadi dalam proses tes seleksi tersebut, sehingga berani beraninya mereka mnyatakan kita gak lulus seleksi? Oke kita bahas pelan pelan.

Pertama, hasil uji seleksi menyatakan kita over qualified. APA artinya? Hasil anda terlalu tinggi untuk posisi yang ditawarkan. Hah? Maksudnya apa NIH? Ya itu tadi hasil anda terlalu berlebihan, jika dipaksakan maka sebentar anda akan bosan atau resign untuk mencari pekerjaan lain. Nah kondisi ini yang dihindari manajemen ketika memutuskan tidak jadi merekrut anda.

Lalu APA lagi? ADA sisi yang sulit ditoleransi oleh manajemen ketika mengetahui profil anda. Secara potensi lulus, namun kepribadian tidak cocok. Lakh apalagi maksudnya?? Begini.. ADA kalanya dalam satu posisi dibutuhkan bukan hanya kecakapan dalam hardskill Dan potensi inteligensi belaka. Contoh gampang misalnya anda seorang kreatif Dan pribadi outgoing. Terbuka dengan pergaulan Dan nyaman dengan kehidupan sosial. Menyukai dinamika kerja Dan kesempatan bertemu dengan banyak orang. Namun anda melamar untuk posisi akunting pajak yang banyak memegang rahasia perusahaan. Nah jika anda seorang recruiters, apakah profil ini akan anda terima? Tentu tidak bukan, maksudnya jika ada pilihan lain tentu akan memindahkan anda ke divisi marketing yang lebih cocok.

So.. Kira2 sudah ADA bayangan? Dan tentu tidak perlu kecewa lagi jika gagal psikotes. Di luar Hal diatas masih banyak alasan kenapa manajemen tidak menerima kualifkasi seseorang. Namun sepertinya itu cukup untuk membuat anda kembali percaya diri..

Oke semangat ya..

Menghadapi interview

setelah berhasil dari uji tes psikologi, satu langkah yang cukup penting adalah interview. tahap Interview yang menentukan ini untuk beberapa perusahaan bisa berbeda urutannya, tergantung kebijaksanaan management mereka. skema dalam tahap globalisasi management yang profesional secara umum adalah sebagai berikut;

  1. Interview dengan personalia – psikotes – Interview dengan user (calon atasan) – Penempatan
  2. Interview dengan user – Psikotes – Interview dengan personalia – Penempatan

Jika personalia hanya bertindak sebagai administrator. Biasanya interview user menjadi sangat menentukan sekali, selebihnya tahap psikotes hanya menjadi formalitas saja. Jika tidak ada interview user (bukan bagian dari dua skema diatas) maka interview personalia di awal menjadi menentukan. biasanya setelah psikotes maka interview dengan pihak personalia hanya bersifat penempatan saja. biasanya perusahaan kecil menengah yang konvensional umumnya menggunakan skema ini.

Kali ini kita tak akan membahas satu persatu skema diatas melainkan trik dalam menghadapi interview saja, dalam hal ini interview setelah lulus uji psikotes. kenapa? karena biasanya interview dengan user lebih mengutamakan sisi teknis, misalnya produk knowledge atau pengalaman yang segaris dengan posisi yang dimaksud, jadi untuk interview dengna user tidak dibahas pada sesi ini.

Nah bagaimana triknya bloggers… secara umum adalah sebagai berikut:

  1. ucapkan salam (jika ada kesempatan berjabat tangan lah) dan perkenalkan diri dengan wajar
  2. jangan duduk sebelum dipersilahkan
  3. usahakan tenang, jika grogi coba bukalah percakapan basa-basi untuk mencairkan suasana dan mendapatkan mood.
  4. jawablah setiap pertanyaan dengan baik, tidak terburu-buru
  5. jangan terlalu banyak diam misalnya menjawab pertanyaan secara pendek-pendek, tapi juga jangan jawab pertanyaan terlalu panjang apalagi sampai ngelantur kemana-mana
  6. setelah selesai kembali ucapkan salam dan kalau bisa menjabat tangan (kecuali bukan mahram gak jabat tangan gak papa hahaha).

ok bloggers.. ini trik secara umum. namun kadangkala ada tahap interview dimana yang masuk adalah team psikolog yang tujuannya adalah untuk menguji hasil dari psikotes yang diperoleh. semacam pembuktian dan mendapatkan hasil yang maksimal untuk pelaporan mereka. nah kalau ini triknya agak sulit karena seringkali pertanyaan mereka bersifat proyeksi dan menjebak. nah sesi tersebut ada pada tahap point 4-5. tapi lain kali aja kita bahas..

ok bro… cheers

Hal dasar yang diungkap dalam Psikotes

Dalam setiap psikotes di Perusahaan, Industri, dan Organisasi; secara umum akan mengungkap hal-hal sebagai berikut:

1. Intelektual
Aspek ini biasanya sudah termasuk IQ dengan skala masing2. bisa memakai IST, CFIT 3B, TIU5, TIKI, APM, WB, dan lain sebagainya. masing2 psikolog atau biro atau lembaga psikotes biasanya memiliki ciri khas baik dalam skala dan bentuk uraian. Prinsipnya kita dapat mengetahui keunggulan dan kelemahan secara potensi intelektual seseorang.

2. Sikap Kerja
Aspek ini biasanya mengungkap sikap dan cara kerja atau metode yang diterapkan dalam bekerja. termasuk didalamnya adalah kemampuan dalam menghadapi stress dan daya tahan. beberapa aspek dalam sikap kerja cenderung mengacu kepada fungsi klerikal seperti kecepatan, ketelitian, dan keteraturan dalam bekerja.

3. Kepribadian kerja
Aspek ini biasanya mengungkap sisi unik seseorang. Tapi tidak selalu seperti itu, karena beberapa tipe kepribadian biasanya dibutuhkan oleh posisi tertentu dalam bekerja. misalnya marketing dan public relation yang harus memiliki kebutuhan sosialisasi dan komunikasi yang cakap. atau staff keuangan dan akunting yang justru kebalikannya.

4. Leadership
Aspek ini mengungkap kecakapan dan kesiapan dalam memimpin dan membawahi orang. aspek ini melihat kemampuan skalasi dalam ketegasan, dominasi, persuasi, dan seterusnya. Beberapa alat tes dapat memunculkan tipologi dalam kepemimpinan, sehingga dapat dilihat pengelompokkan tipe2 leader secara instant dan kecenderungannya.

 

Assessor dalam Assessment Center

Bloggers… beberapa perusahaan skala besar yang telah memiliki kompetensi untuk setiap posisi dalam organisasinya biasanya akan menggunakan jasa assessment center dalam perencanaan career path. Assessment adalah metode yang dikembangkan dalam ilmu manajemen untuk mengetahui job analisis. banyak metode yang dapat dipakai, bisa bersifat depth interview atau dalam bahasa kita disebut wawancara terfokus, diskusi kelompok, presentasi, dan bahkan yang paling rumit yaitu 360′ (tiga ratus enampuluh derajat) atau biasa disebut three sixty.

Pelaku Assesment atau biasa disebut sebagai assessor ada yang bersertifikat ada juga yang tidak. sertifikat yang dimaksud tidak mengacu kepada disiplin ilmu seperti dalam akademi atau lulusan tingkat strata atau bahkan master, tapi lebih bersifat kelembagaan. Lembaga assessment bisa saja menerbitkan sertifikat assessor, dan tidak harus menjadi seorang psikolog atau sarjana psikologi untuk itu. (!!!!)

Benarkah??? Ya.. anda tidak harus kuliah bertahun2 untuk menjadi assessor. Satu hal yang menjadi pemikiran serius dalam ilmu psikologi dan ilmu perilaku; bahwa penentuan karakter, sikap, orientasi perilaku dalam pekerjaan, sikap, dan kepribadian, atau bahkan intelektual adalah crucial dan sangat confidential. perlu pemahaman tersendiri akan dasar teori dari beberapa founding father untuk mendalami suatu karakter. Lalu Bagaimana ilmu manajemen menyikapi ini dengan penerbitan sertifikat assessor melalui training beberapa hari??

TIPS !!
1. Jika membutuhkan assessment center carilah assessor yang psikolog.
2. Abaikan sertifikasi, karena cenderung bersifat kelembagaan, setidaknya bukan primary.
3. Dalam prakteknya assessment tetap membutuhkan report hasil psikotes untuk kelengkapannya.

semoga membantu.. cheers..

 

Beberapa sifat soal dalam psikotes

Bloggers.. dalam menghadapi psikotes kadang kita sudah memiliki asumsi dan prejudis, misalnya dalam tes gambar harus menggambar seperti ini agar lulus, atau dalam suatu soal deret hitungan harus membuat suatu grafik merata / flat, atau berusaha tampil cerdas dalam wawancara dengan cara yang mungkin akhirnya salah kaprah. Berikut adalah beberapa sifat tes dalam psikotes yang mungkin bisa menjadi masukan dan pemahaman untuk dapat menyikapi lebih bijak. Sebagai berikut;

  1. Pada tahap awal, perhatikan penjelasan atau instruksi dari tester, dan kerjakan sesuai instruksi. Maksudnya jangan banyak pikiran dan melamun, hati-hati dalam sebuh tes klasikal (tes dalam suatu kelompok besar) mungkin tester tidak mungkin memperhatikan setiap peserta dengan seksama. Untuk itu perhatikan segala instruksi dengan benar, jika kurang jelas jangan ragu untuk bertanya. Karena tentu akan menentukan hasil anda pada nantinya.
  2. Pada tes klerikal biasanya akan dihadapkan dengan beberapa sifat soal yang memperhatikan kecepatan dan akurasi. Misalnya tes koran atau yang dikenal dengan kraepelin, pauli, dsb; usahakan tenang tidak terburu-buru. Ada beberapa aspek yang hendak diungkap dalam tes seperti ini salah satunya adalah kecepatan dan ketelitian. Usahakan bekerja dengan cepat dan teliti karena dua hal tersebut menjadi kesatuan yang dijadikan acuan oleh management untuk beberapa posisi tertentu. Jika mengandalkan kecepatan dengan menyelesaikan banyak hitungan tapi banyak salahnya ya jelek juga.. sebaliknya jika terlalu hati-hati sampai-sampai yang dikerjakan hanya sedikit sekali juga lebih jelek lagi… Apalagi yang membuat rekayasa dengan mengatur pola (misalnya grafik rata / flat); ini bukanlah sesuatu yang buruk namun menjadi terkesan rekayasa sekali. Karena dari sifat pengerjaan menunjukkan kandidat tersebut tidak all out dan sengaja mengatur ritme. Kecuali anda telah mengetahui pola yang diinginkan oleh perusahaan, silahkan. Namun sebaiknya dikerjakan dengan semaksimal mungkin tanpa berpikir apapun, maksudnya agar tidak ada beban pada saat pengerjaan.
  3. Pada tes gambar, hendaknya menggambar dengan baik. Tidak usah khawatir jika anda tidak bisa menggambar karena yang dinilai bukan bagus jeleknya gambar. Melainkan aspek-aspek tertentu yang akhirnya memunculkan image tersebut. Misalnya bagaimana kita membuat guratan, pengulangan garis, ukuran, dan sebagainya. Kalau bisa saya kasih analogi seperti ini; jika kita hendak menggambar telur diatas meja; maka secara umum gambarlah dengan wajar dalam arti tidak mungkin ada telur yang lebih besar dari ukuran mejanya, atau tidak mungkin ada bentuk telur yang berbentuk kubus, dan lainnya. Intinya gambarlah dari hati anda, dan kerjakan sesuai dengan anggapan umum.
  4. Sifat soal yang diharuskan memilih pernyataan (bukan pertanyaan) biasanya menunjukkan tipe personality. Petunjuk dalam sifat tes seperti ini adalah kerjakan saja sesuai dengan diri anda yang sebenarnya. Karena ini menentukan cocok tidaknya anda dalam suatu posisi, sehingga perusahaan dapat melihat dan membuat pemetaan mengenai diri anda pada suatu posisi tertentu. Misalnya jika anda tipikal yang malas bersosialisasi dan lebih cenderung menyendiri dan senang membaca buku, utarakan saja apa adanya. Tidak usaha membuat seolah2 anda pandai bergaul hanya karena khawatir management menganggap anda kuper. Biasanya dengan management telah mengetahui karakter anda akan lebih mudah pula untuk memposisikan anda sesuai dengan karakternya, misalnya akan diusulkan di bagian administrasi dibandingkan di posisi customer relation. Atau dihindari posisi marketing karena cenderung lebih cocok untuk bagian data entry. Ini hanya contoh saja, namun kurang lebih bisa diambil kesimpulan bagaimana arah dari tes tersebut.
  5. Jika menghadapi soal option berganda dengan memakai stopwatch, maka dipastikan itu adalah tes inteligensi. Untuk tes seperti ini sebaiknya kerjakan sebisa mungkin dan manfaatkan waktu dengan baik. Perikasa kembali jawaban yang telah dibuat walau waktu pengerjaan belum selesai. Menghapal jawaban karena kita pernah mengerjakan soal tersebut di psikotes sebelumnya adalah cara yang kurang bijak, karena belum tentu jawaban kita sebelumnya benar. Mengerjakan secara jujur juga menunjukkan potensi kita sebenarnya dan bisa saja perusahaan menghindari IQ yang terlalu tinggi untuk posisi tertentu karena alasan internal. Misalnya anda melamar untuk posisi adm keuangan, karena anda misalnya pernah belajar alat tes tersebut dari suatu biro pelatihan atau lainnya, maka anda menghapal jawabannya dan kebetulan hasil anda sangat baik misalnya IQ superior. Padahal management hanya mensyaratkan IQ rata-rata saja dan akhirnya anda tidak diterima karena khawatir anda tidak akan betah lama dengan pekerjaan tersebut karena diasumsikan over aspirasi untuk posisi yang ditawarkan. Nah malah menjadi jelak kan, tapi itu hanya contoh saja.

Ok blogger sekian dulu.. mudahan bisa membantu

Tetap semangat…..

Definisi Psikotes

Definisi
Tes Psikologi atau lebih dikenal sebagai Psikotes adalah tes untuk mengukur aspek-aspek individu secara psikis, dalam hal ini yang diukur adalah kecenderungan perilaku. Tes biasanya berbentuk tertulis namun dalam beberapa tes ada juga yang bersifat verbal atau visual. misalnya saja evaluasi yang teradministrasi untuk mengukur fungsi tertentu. Yang paling umum adalah mengenai kognitif (biasa disebut intelligence atau IQ), dan afektif (lebih bersifat personality atau juga emosional). Adapula yang mengukur langsung secara konatif, biasanya umum dilakukan dalam tes assessment. Tes dapat diaplikasikan kepada anak-anak maupun dewasa.

Tujuan
Tes Psikologi digunakan untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan secara mental dan apa-apa yang mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, intelegensi, atau bahkan fungsi neurologis. Sebagaimana yang telah diungkapkan dalam tulisan diatas; inti pengukuran adalah untuk meramalkan konatif (kecenderungan perilaku) yang diperoleh melalui psikotes (tes kognitif dan afektif) maupun assessment (mengungkap konatif secara langsung).

Aplikasi
Tes Psikologi dapat dilakukan pada bermacam setting termasuk rekrutmen dalam perusahaan, mengetahui minat dan bakat anak / siswa, tujuan bersifat klinis untuk melihat lebih detail gangguan perilaku yang muncul, perkembangan anak, atau kustomisasi design dan modul dalam suatu pelatihan ataupun training (biasanya banyak dikembangkan dalam Outbound Management Training).

Beberapa aplikasi umum yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Keperluan Industri
Diaplikasikan dalam perekrutan karyawan, eskalasi dan mutasi karyawan, atau sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Apapun jenis usaha anda, pemeriksaan psikologis dapat dilakukan secara kelompok (klasikal) atau individual.

2. Keperluan Pendidikan
Jasa pemeriksaan psikologis juga meliputi Pengukuran, Bimbingan konseling, dan Pelatihan untuk pendidikan. Dari mulai Playgroup, TK, SD, SMP, dan SMU. Arah pemeriksaan dapat ditujukan untuk mengukur intelegensi (IQ), arah minat dan bakat, keajegan belajar, konsentrasi, kematangan emosional, interaksi sosial, kepercayaan diri, dan lain sebagainya.

3. Keperluan Management Training
Tes psikologi juga dapat dilakukan untuk memetakan kebutuhan secara organisasi atau individu dalam pelatihan manajemen. Biasanya diaplikasikan kedalam bentuk Outbound Management Training atau In Class Training. Sifat pelatihan ini terukur, karena menyertakan psikotes dalam pre-test dan post-test. Tujuan pelatihan ini bersifat team building dan organisasi untuk peningkatan skill leadership, communication skills, planning, change management, delegation, teamwork, dan motivation, atau apa saja sesuai kebutuhan. Kelebihan pelatihan ini, seluruh aspek perilaku dan kebutuhan akan diungkap melalui psikotes, dan modul design akan diterapkan sesuai dengan kebutuhan yang muncul dari hasil psikotes tersebut.