Perbedaan mendasar antara Assessment dengan Psikotes

Anda seorang staff personalia, saat ini sedang dalam proses rekrutmen untuk memenuhi permintaan user dari divisi terkait. Profil setiap kandidat telah anda pegang melalui database dari web jasa online pencari kerja. Saat itu anda terpikir akan mengadakan psikotes seperti biasa. Namun manager anda menugaskan anda mencari konsultan yang dapat mengungkap kompetensi setiap kandidat melalui assessment. Timbul pertanyaan di benak anda saat itu, apa bedanya psikotes dengan assessment?

Baik kita cari tahu secara singkat dan inti perbedaannya. info ini juga berlaku bagi anda yang mendapat panggilan sejenis agar dapat mempersiapkan diri.

1. Psikotes mengungkap potensi yang ada serta meramalkan kecenderungan perilaku yang akan muncul kemudian. psikotes juga dapat mengungkap dan mencari tahu sebab dan alasan munculnya perilaku tersebut. hal ini dikarenakan sifat beberapa alat tes dapat bersifat proyeksi atau bersifat klinis. jadi ini keuntungan dari jasa psikotes, selain mengungkap potensi, meramalkan, juga mengetahui alasannya.

2. Assessment mengungkap kompetensi, yaitu memotret perilaku yang muncul secara langsung. Hal ini terjadi karena assessment test biasanya menggunakan simulasi-simulasi dibandingkan paper test sebagaimana psikotest. Lalu apa perbedaannya? dibandingkan psikotes, assessment cenderung bersifat straight atau melihat langsung perilaku yang muncul tanpa perlu mengungkap apa yang mendasari seseorang berperilaku tertentu. ramalannya pun bersifat on sight, artinya apa yang “tersurat” saja.

Jadi mana yang paling lengkap dan urgent untuk sebuah recruitment? jasa psikotes atau jasa assessment? kita akan bahas hal tersebut dalam post berikutnya.. sementara ini perbedaan mendasar dari dua jasa tersebut dapat anda pahami dulu.

oke teman-teman… semangat.

Iklan

Assessor dalam Assessment Center

Bloggers… beberapa perusahaan skala besar yang telah memiliki kompetensi untuk setiap posisi dalam organisasinya biasanya akan menggunakan jasa assessment center dalam perencanaan career path. Assessment adalah metode yang dikembangkan dalam ilmu manajemen untuk mengetahui job analisis. banyak metode yang dapat dipakai, bisa bersifat depth interview atau dalam bahasa kita disebut wawancara terfokus, diskusi kelompok, presentasi, dan bahkan yang paling rumit yaitu 360′ (tiga ratus enampuluh derajat) atau biasa disebut three sixty.

Pelaku Assesment atau biasa disebut sebagai assessor ada yang bersertifikat ada juga yang tidak. sertifikat yang dimaksud tidak mengacu kepada disiplin ilmu seperti dalam akademi atau lulusan tingkat strata atau bahkan master, tapi lebih bersifat kelembagaan. Lembaga assessment bisa saja menerbitkan sertifikat assessor, dan tidak harus menjadi seorang psikolog atau sarjana psikologi untuk itu. (!!!!)

Benarkah??? Ya.. anda tidak harus kuliah bertahun2 untuk menjadi assessor. Satu hal yang menjadi pemikiran serius dalam ilmu psikologi dan ilmu perilaku; bahwa penentuan karakter, sikap, orientasi perilaku dalam pekerjaan, sikap, dan kepribadian, atau bahkan intelektual adalah crucial dan sangat confidential. perlu pemahaman tersendiri akan dasar teori dari beberapa founding father untuk mendalami suatu karakter. Lalu Bagaimana ilmu manajemen menyikapi ini dengan penerbitan sertifikat assessor melalui training beberapa hari??

TIPS !!
1. Jika membutuhkan assessment center carilah assessor yang psikolog.
2. Abaikan sertifikasi, karena cenderung bersifat kelembagaan, setidaknya bukan primary.
3. Dalam prakteknya assessment tetap membutuhkan report hasil psikotes untuk kelengkapannya.

semoga membantu.. cheers..