Gugup menghadapi interview? kenali sifat-2 interview, apa aja sih..

1. interview anamnesa
2. interview psikologis
3. interview FDI

yang pertama biasanya bersifat historis, yaitu ingin mengetahui latar belakang hidup anda. isltilah kerennya life profile. pada sesi ini tak perlu takut kalau hidup anda lurus-lurus saja gak ada track kejahatan dan sebagainya. cerita saja dengan gamblang. apa adanya. beberapa latar belakang pendidikan biasanya diperkuat agar inline dengan posisi lamaran anda. inti dari interview ini adalah “content”.

yang kedua bersifat pembuktian, biasanya dilakukan untuk membuktukan dari hasil psikotes yang telah dilakukan. atau jika belum mengadakan psikotes, sesi ini untuk bahan dukungan dalam menjelaskan (deskripsi) hasil psikotes. biasanya interview model ini tak penting isi dari jawaban anda, namun melihat reaksi atau behaviour dari cara menjawab dan sebagainya. bagaimana membedakan dnegan interview anamnesa? mudah, lihat siapa yang melakukan interview, biasanya psikolog?. inti dari interview ini adalah “behaviour”.

yang terakhir bersifat assessment, biasanya menjadi bagian dari simulasi lain. sesi ini mirip dengan menggabungkan kedua interview anamnesa dan psikologis. kok bisa begitu? karena menggali historis namun melihat apa reaksi dan tindakan dari historis tersebut. jadi jika interview psikologis menangkap behaviour yang bersifat “current” dari sesi pada saat itu, FDI menangkap behaviour secara historis. inti dari interview ini adalah “content” dan “behaviour”

oke guys, cheers..

Menghadapi interview

setelah berhasil dari uji tes psikologi, satu langkah yang cukup penting adalah interview. tahap Interview yang menentukan ini untuk beberapa perusahaan bisa berbeda urutannya, tergantung kebijaksanaan management mereka. skema dalam tahap globalisasi management yang profesional secara umum adalah sebagai berikut;

  1. Interview dengan personalia – psikotes – Interview dengan user (calon atasan) – Penempatan
  2. Interview dengan user – Psikotes –¬†Interview dengan personalia – Penempatan

Jika personalia hanya bertindak sebagai administrator. Biasanya interview user menjadi sangat menentukan sekali, selebihnya tahap psikotes hanya menjadi formalitas saja. Jika tidak ada interview user (bukan bagian dari dua skema diatas) maka interview personalia di awal menjadi menentukan. biasanya setelah psikotes maka interview dengan pihak personalia hanya bersifat penempatan saja. biasanya perusahaan kecil menengah yang konvensional umumnya menggunakan skema ini.

Kali ini kita tak akan membahas satu persatu skema diatas melainkan trik dalam menghadapi interview saja, dalam hal ini interview setelah lulus uji psikotes. kenapa? karena biasanya interview dengan user lebih mengutamakan sisi teknis, misalnya produk knowledge atau pengalaman yang segaris dengan posisi yang dimaksud, jadi untuk interview dengna user tidak dibahas pada sesi ini.

Nah bagaimana triknya bloggers… secara umum adalah sebagai berikut:

  1. ucapkan salam (jika ada kesempatan berjabat tangan lah) dan perkenalkan diri dengan wajar
  2. jangan duduk sebelum dipersilahkan
  3. usahakan tenang, jika grogi coba bukalah percakapan basa-basi untuk mencairkan suasana dan mendapatkan mood.
  4. jawablah setiap pertanyaan dengan baik, tidak terburu-buru
  5. jangan terlalu banyak diam misalnya menjawab pertanyaan secara pendek-pendek, tapi juga jangan jawab pertanyaan terlalu panjang apalagi sampai ngelantur kemana-mana
  6. setelah selesai kembali ucapkan salam dan kalau bisa menjabat tangan (kecuali bukan mahram gak jabat tangan gak papa hahaha).

ok bloggers.. ini trik secara umum. namun kadangkala ada tahap interview dimana yang masuk adalah team psikolog yang tujuannya adalah untuk menguji hasil dari psikotes yang diperoleh. semacam pembuktian dan mendapatkan hasil yang maksimal untuk pelaporan mereka. nah kalau ini triknya agak sulit karena seringkali pertanyaan mereka bersifat proyeksi dan menjebak. nah sesi tersebut ada pada tahap point 4-5. tapi lain kali aja kita bahas..

ok bro… cheers