Cara yang biasa dilakukan untuk Remotivasi Karyawan

Sistem pemeliharaan karyawan yang “gagal” dari suatu perusahaan akan menyebabkan sebagian karyawan mengalami demotivasi. Nah kondisi ini adalah suatu penyakit yang bisa menyebar dengan cepat. Tidak seheboh flu burung sih.. namun bisa menjadi bom waktu suatu saat nanti. Tentu tidak mau ada demo dari karyawannya kan? hehe

Kondisi demotivasi harus dikembalikan kepada keadaan semula. Yaitu bagaimana memotivasi kembali semangat para karyawan tersebut. Inti dari remotivasi adalah Refresh. Bagaimana caranya? yaitu dengan melakukan setting tertentu agar mereka keluar dari rutinitas kantor yang menjadi keseharian mereka selama ini. Tujuannya adalah untuk membentuk kembali motivasi kerja. Ada beberapa cara yang umum dilakukan, yaitu sebagai berikut:

  1. Family Gathering
  2. Kegiatan Outbound
  3. Pelatihan Management

Family Gathering adalah salah satu kegiatan bersama dalam suatu acara yang bersifat santai. Bisa dilakukan di aula kantor maupun rekreasi mengunjungi lokasi pariwisata. Umumnya mengadakan suatu acara panggung yang melibatkan management dan berusaha membuat suasana secair mungkin diantara karyawan yang ada. Untuk mengangkat suasana seringkali diadakan acara doorprize yang biasanya cukup efektif. Jika dilakukan di lokasi pariwisata, setelah itu biasanya dilanjutkan dengan acara bebas. Cara ini dilakukan karena biasanya tidak membutuhkan budget terlalu besar, jika dibandingkan harus melibatkan pihak ketiga sebagaimana Kegiatan Outbound dan Pelatihan Management.

Kegiatan Outbound adalah kegiatan yang bersifat outdoor, menginap, dan umumnya melibatkan pihak ketiga yaitu sebuah Even Organizer. Bisa juga sih kegiatan tersebut dilakukan tanpa EO untuk menghemat budget, misalnya dalam kegiatan arung jeram, paint ball, tea walk atau hiking bersama, dan lain sebagainya. Setelah kegiatan tersebut malamnya diadakan acara panggung atau api unggun. dibandingkan dengan family gathering, acara ini tentu memakan budget lebih besar karena harus menginap. Kegiatan ini umumnya juga melibatkan fun games, yang intinya bersifat menyenangkan dan dilakukan bersama.

Pelatihan Management adalah metode pelatihan untuk meningkatkan performa organisasi melalui pembelajaran dan pengalaman. Program-program yang diadakan seringkali mengacu kepada pelatihan melalui petualangan dan pengembangan manajemen outdoor (di luar kelas). Namun dari beberapa modul, pelatihan ini juga dapat memadukan pelatihan di dalam kelas.

Dalam pelatihan ini mau tak mau harus melibatkan sebuah EO atau lembaga training yang terlatih. Biasanya setiap peserta akan digiring ke dalam kondisi tertentu yang memiliki tujuan. Apa tujuanya ?, intinya mendapatkan kembali motivasi, namun karena ini adalah pelatihan, tujuan yang ada bisa dibentuk sesuai dengan kelemahan organisasi yang ada. Misalnya bagaimana membentuk komunikasi yang efektif, atau meningkatkan kepercayaan kelompok dan kerjasama, atau meningkatkan soft skill dalam kepemimpinan, dan sebagainya. Boleh dibilang pelatihan ini memiliki hidden agenda, karena selain mendapatkan kembali motivasi karyawan juga membentuk soft skill tertentu.

Nah dalam perjalannya pelatihan management ini dibagi menjadi dua, pelatihan terukur dan pelatihan tidak terukur. Perbedaan keduanya terletak pada metode pelaksanaan, pengukuran, dan pelaporan. Pelatihan terukur biasanya juga menggunakan metode pre-test dan post-test. (it’s gonna cost you a lot – hehehe)

Detail pelatihan terukur ini sepertinya tidak dibahas pada sesi tulisan ini, karena agak rumit dan untuk sebagian pembaca mungkin akan menjadi membosankan.

Oke bloggers, mudah-mudahan berguna..

Iklan

Perlunya pemeliharaan SDM untuk menghindari Demotivasi Karyawan

Menurunnya semangat kerja karyawan atau lebih dikenal dengan istilah Demotivasi, adalah masalah yang umum yang dapat terjadi pada setiap perusahaan, baik industri maupun organisasi. Jika tidak ada penanganan yang serius dan perhatian lebih lanjut, hal tersebut dapat menjadi bom waktu karena langsung atau tidak langsung dapat menurunkan performa perusahaan secara operasional bahkan fungsional.

Setiap perusahaan sangat penting untuk melakukan pemeliharaan terhadap ASSET mereka yang paling berharga; Asset yang dimaksud siapa lagi kalau bukan para karyawan

Pemeliharaan SDM dapat dilakukan melalui banyak hal, misalnya:

  • Menciptakan suasana kondusif di kantor,
  • Menyediakan fasilitas dan prasarana yang memadai,
  • Sistem reward untuk prestasi karyawan,
  • Kompensasi kerja,
  • Dana pensiun, dan lain-lain.

Poin-poin diatas secara umum merujuk kepada sistem dan kebijakkan perusahaan. Nah bagaimana jika semua hal diatas sudah dilakukan tapi “aura” perusahaan kok masih kurang sreg? Misalnya kerap timbul percekcokan antar divisi, banyak timbul klik (kelompok kepentingan) di dalam divisi yang sama, persaingan yang tak sehat antar personal, tidak adanya kerjasama, kurang sense of belonging, dan lain sebagainya. Jika tanda-tanda tersebut mulai terlihat secara umum, padahal perusahaan sudah menerapkan sistem remunerasi yang bagus, berarti organisasi perusahaan anda berada dalam titik jenuh secara psikologis. Kondisi jenuh inilah yang menyebabkan menurunnya motivasi karyawan. Biasanya banyak menghinggapi para Karyawan yang memiliki masa kerja panjang tanpa istirahat (cuti) yang berkualitas.

Nah bloggers.. kunci dari masalah ini adalah kejenuhan. Setelah kita tahu penyebabnya tentu akan lebih mudah mencari bagaimana pemecahannya. Kejenuhan adalah kondisi yang kerap menyebabkan demotivasi, dengan kata lain menjadi kurang semangat. implikasi yang mudah dan sering terlihat adalah perilaku mengeluh kesana kesini. nah kalau melihat karyawan seperti itu, berarti udah tahu harus siap-siap deh.. maksudnya mencari siasat untuk mengembalikan motivasi mereka. Pemeliharaan adalah maitenance, yang dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan. Setiap karyawan harus dipelihara motivasinya “time to time”.

Sistem reward biasanya cukup efektif. Atau apresiasi management terhadap para karyawan lama dengan memberikan masa cuti lebih lama dibanding mereka para karyawan baru. Atau jika anda adalah management dari perusahaan besar, tentu dengan omset dan profit besar pula, tak sulit untuk membiayai liburan mereka. Biasanya cara ini cukup efektif untuk menghindari demotivasi global.

oke bloggers.. semangat……