Corporate Culture

Judul diatas kalau ditranslate kira-kira disebut juga Budaya perusahaan. Apa ya itu..? kurang lebih adalah miniatur budaya yang berlaku di perusahaan atau mungkin aturan-aturan, atau kebiasaan yang berlaku di suatu perusahaan.

Lalu apakah ada hubungannya dengan psikotes?

jawabannya ADA

Nah ini terjadi di salah satu perusahaan yang kami angkat ke permukaan menjadi sebuah tulisan. Ada seorang manager level mid dimana duduk di divisi personalia yang sangat memperhatikan corporate culture, atau kecocokkan karakter / kepribadian. kebetulan saat itu sedang ada perekrutan untuk salah satu posisi yang cukup crucial (baca penting). kenapa disebut penting? karena memiliki posisi sebagai decision maker atau penentu kebijakkan di perusahaan tersebut, diluar apapun posisinya.

kejadiannya begini.. ada dua kandidat yang diikutsertakan dalam psikotes, permintaannya hanya satu yang akan lulus dan sesuai dengan corporate culture perusahaan tersebut. Setelah dilakukan tes dan hasil pengukuran diserahkan, diperoleh lah analisa sebagai berikut:

  1. hasil inteligensi keduanya masuk standard normative, keduanya masuk superior.
  2. hasil clerical keduanya masuk standard normative, walau berbeda secara grafik
  3. hasil kepribadian ada perbedaan
  4. hasil gaya managerial masuk standard, namun tingkat keefektifan keduanya berbeda jauh.

secara prinsip kedua kandidat masuk kualifikasi, nah dalam tulisan kali ini ada hal yang menjadi sangat penting bagi para kandidat, yaitu kesesuaian dengan culture. ternyata sang manager personalia tadi lebih memilih yang memiliki karakter kepribadian yang dapat masuk ke budaya mereka walau secara clerical bekerja lebih lambat dan sedikit in-akurasi dibanding kandidat lain.

apa pelajaran kita hari ini.?? yaitu sangat penting untuk mempelajari budaya perusahaan, bisa dilihat dari karakter karyawan yang terlihat atau bagaimana suasana perusahaan tersebut ketika anda datang tes atau interview. tak ada salahnya membuka percakapan basa-basi dengan karyawan yang anda temui ketika sedang di ruang tunggu misalnya. atau berbicara sekedar membuka suasana ketika di sedang di receptionist.

tujuannya adalah untuk melihat dan menyesuaikan karakter anda dengan corporate culture yang ada di sana. misalnya anda seorang ambisius dan memiliki aspirasi tinggi, menyukai tantangan, dan mungkin IQ anda diatas rata-rata. tapi ketika anda melihat suasana corporate culture yang cenderung santai, suasana cenderung tidak sibuk, dan mungkin para karyawan nampak terlihat biasa-biasa saja bahkan cenderung monoton. nah itu pertanda hal yang sangat bertolak belakang, jika anda sangat membutuhkan pekerjaan tersebut dan anda melihat gelagat seperti itu bukan berarti anda harus memanipulasi hasil psikotes.. namun ada baiknya karakter anda diperlembut saat sesi interview.

nah kira-kira seperti itu, mungkin hal diatas terlalu gampang dan simple contohnya, namun kita bisa tarik apa makna dari tulisan tersebut.

Baik kawan.. semangat.

Tinggalkan balasan dengan kalimat santun

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s